Rabu, 19 Mei 2010

Sekber Koalisi Bentuk Kartel Politik

JAKARTA--MI: Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi menunjukkan kartel politik yang bisa bertahan lama sepanjang Sekber tersebut mengakomodasi seluruh kepentingan parpol koalisi.

Sekber demi rakyat, itu hanya alasan untuk menutupi agenda-agenda tersebunyi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).

"Sekber ini bisa saja disebut kartel politik sepanjang kepentingan parpol koalisi diakomodasi. Kalau kepentingan parpol koalisi tidak terakomodasi, Sekber ini tidak akan tahan lama, tapi akan bubar dengan sendirinya," kata Pengamat Politik UI Iberamsyah di Jakarta, Selasa (18/5).

Iberamsyah mengatakan Sekber tidak lebih dari sebuah perkumpulan atau gabungan orang-orang yang berkuasa yang mengebiri kebijakan dan program di kementerian dan kekuasaan DPR.

"Koalisi ini bisa memengaruhi kabinet dan DPR. Semua masalah dan kebijakan, jadinya digoreng (dibahas) di Setgab (Sekber). Kelompok kartel seperti ini tidak dikenal dalam sistem tata negara kita. Di negara-negara lain, organisasi seperti ini tidak dikenal. Bubarkan saja ini," tegasnya.

Menurut Iberamsyah Sekber tidak ada gunanya karena ini hanya ilusi elite parpol dan pejabat-pejabat negara. "Ini aneh kalau terus dipertahankan karena ini hanya untuk kepentingan SBY-Ical, mereka berdua saja yang tahu ini," ujarnya.

Keberadaan Sekber Koalisi, ujar Iberamsyah, suatu keanehan yang menunjukkan SBY tak berdaya menghadapi dan mengendalikan mitra koalisinya.

"SBY-Boediono kan memenangi Pilpres dengan perolehan 62%, aneh banget kalau SBY harus takut dan meminta Ical menjadi ketua harian Sekber menghadapi mitra koalisinya," ujarnya. (Ken/OL-7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar